Mengenainegeri Cermin hingga sekarang tidak dapat dipastikan letak geografisnya. Menurut Raffles, terletak di Hindustan, sedangkan pakar sejarah yang lain mengatakan terletak dikepulauan Indonesia. Beberapa riwayat menuturkan, Maulana Malik Ibrahim datang dari Gujarat, India. Silsilah dan Nasab Sunan Gunung Jati ini dipandang absah, karena SunanGunung Jati adalah salah satu Wali Songo dengan nama asli Syarif Hidayatullah yang membawa peradaban Islam di Cirebon mencapai masa kejayaan. Halaman all Silsilah Sunan Gunung Jati. Makam Sunan Gunung Jati hingga saat ini masih kerap dikunjungi masyarakat yang ingin berziarah dan menjadi salah satu tujuan wisata religi di Pulau Jawa. Sementaraitu jika dirunut melalui catatan silsilah Panjalu sampai keturunannya sekarang, maka Sanghyang Borosngora diperkirakan hidup pada tahun 1400-an atau paling tidak sezaman dengan Sunan Gunung Jati Cirebon (1448-1568). Namun, bukti-bukti cenderamata dari Sayidina Ali R.A. yang berupa pedang, tongkat dan pakaian kebesaran masih dapat SyarifHidayatullah atau Sunan Gunung Jati putera dari Syarif Abdullah Umdatuddin Azmatkhan bin Sayyid Ali Nurul Alam Azmatkhan bin Sayyid Jamaluddin Akbar Azmatkhan al-Husaini (Syekh Jumadil Kubro) bin Sayyid Ahmad Jalal Syah Azmatkhan bin Sayyid Abdullah Azmatkhan bin Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Sayyid Alawi Ammil Faqih ( Hadramaut) bin Menurutsumber-sumber primer sejarah Cirebon, Sunan Gunungjati selama hidupnya pernah menikah sebanyak 6 kali, adapun wanita-wanita yang pernah diperistri beliau adalah sebagai berikut: Nyimas Babadan Nyimas Pakungwati Nyimas Rara Jati Nyimas Kawunganten Nyi Rara Tepasan Ong Tien TcL82rF. Foto hanya ilustrasi Silsilah Sultan Gunung Jati. Sumber Craig Adderley/ Gunung Jati adalah seorang ulama Wali Songo sekaligus Sultan Cirebon yang berkuasa pada tahun kamu, kalau silsilah Sultan Gunung Jati ini masih bersambung sampai Rasulullah SAW. Tidak heran, dari silsilah yang luar biasa inilah, muncul keteladanan yang patut dicontoh untuk semua itu, dalam berdakwah, Sultan Gunung Jati menggunakan cara yang unik sehingga lebih mudah diterima kamu lebih paham tentang silsilah sekaligus cara dakwah Sultan Gunung Jati, silakan simak uraian berikut!Silsilah Sultan Gunung JatiFoto hanya ilustrasi Silsilah Sultan Gunung Jati. Sumber Monstera/ Hernawan dan Ading Kusdiana dalam buku berjudul Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama di Tanah Sunda menjelaskan bahwa, Syekh Syarif Hidayatullah terkenal dengan sebutan Sultan Gunung Jati. Beliau lahir bertepatan dengan tanggal kelahiran Rasulullah SAW, yakni pada 12 Rabi'ul Awwal tahun 852 H, atau 16 Mei 1448 Naskah Kuningan, yakni naskah yang dimiliki Keraton Kasepuhan, menjelaskan bahwa Sultan Gunung Jati adalah pemimpin Kesultanan Cirebon yang berhasil membawa kerajaan mencapai masa kejayaan. Ketika mendapatkan kekuasaan Cirebon dari Pangeran Cakrabuana, Sultan Gunung Jati mendapatkan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif silsilah Sultan Gunung Jati sesuai dengan Naskah KuninganBerputra Syekh Zainal Syekh Zumadil Raja Umrah Qadara yang berasal dari Sultan Bani Israil yang kemudian menikah dengan Rara Syarif Hidayatullah atau Sultan Gunung Berdakwah Unik Sultan Gunung JatiCara berdakwah Sultan Gunung Jati terbilang unik. Beliau harus memainkan peran secara peran sebagai ulama bergelar waliyullah serta mendapat gelar Sayidin Panatagama atau dalam tradisi Jawa dianggap sebagai wakil Tuhan di dunia khalifah. Peran keduanya adalah memerankan tokoh seorang Gunung Jati dalam menyebarkan agama Islam juga memakai pendekatan sosial budaya sehingga lebih mudah diterima oleh itu, beliau juga memperkuat kekuasan politik sekaligus memperluas hubungannya dengan tokoh besar. Tokoh tersebut mulai dari daerah Demak, Cirebon, hingga memerintah, Sultan Gunung Jati juga membangun sarana serta prasarana ibadah di semua daerah demikian, secara tidak langsung dampaknya bisa membuat Cirebon semakin berkembang pesat dan manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat luas, bahkan hingga sekarang. Itulah silsilah Sultan Gunung Jati sekaligus cara dakwahnya yang unik. Semoga bermanfaat! EKA CIREBON – Silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah, terhubung ke Kesultanan Cirebon mulai dari Pangeran Adipati Pasarean. Silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah tersebut, juga terpampang di Keraton Kasepuhan Cirebon, menurun kepada raja-raja yang bertakhta. Adapun silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah mengacu pada Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang dibuat Pangeran Arya Carbon di tahun 1720 M. Seperti diketahui, silsilah Sunan Gunung Jati bila ditarik ke bawah sampai sekarang masih bisa ditelusuri jejaknya. Bahkan, sejumlah tokoh terhubung sebagai keturunannya. Sementara bila ditarik ke atas, Sunan Gunung Jati memiliki garis keturunan ke Nabi Muhammad SAW. Adapun jalur silsilah ke Nabi Muhammad SAW berasal dari jalur ayah. Sedangkan dari jalur ibu, terhubung ke Prabu Siliwangi. Dari jalur ayah, Sunan Gunung Jati dapat ditelusuri dari keturunan Sayidina Ali yang beristerikan Siti Fatimah Binti Muhammad SAW. Berikutnya Sayid Husen, Sayid Abidin, Sayid Muhammad Baqir, Ja’far Shadiq, Kasim Al Malik, Idris, Al Baqir, Ahmad, Badillah. Kemudian, Muhammad, Alwi dari Mesir, Ali Gazam, Muhammad, Alwi, Abdul Malik, Amir, Jamaluddin. Selanjutnya, Ali Nurul Alim, Syarief Abdullah dan berikutnya adalah Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarief Hidayatullah. Untuk garis keturunan atau silsilah Sunan Gunung Jati dari ibu ke bawah, berasal dari Kerajaan Pajajaran yakni Prabu Siliwangi. Urutannya adalah Maharaja Galuh Pakwan atau Maharaja Adi Mulya, Prabu Ciungwanara, Sri Ratu Purbasari, Prabu Linggahyang, Prabu Linggawesi. Halaman 1 2

silsilah sunan gunung jati sampai sekarang